Sejarah ULD UKDW
Perjalanan kami dalam mewujudkan pendidikan inklusif di UKDW

Fasilitas Inklusif
Lingkungan yang ramah untuk semua mahasiswa
Perjalanan Menuju Kampus Inklusif
Sejarah Unit Layanan Disabilitas
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) memiliki komitmen kuat untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Dalam satu dekade terakhir, jumlah mahasiswa penyandang disabilitas meningkat dan hadir di berbagai program studi, sehingga mendorong kebutuhan akan sistem pembelajaran yang lebih inklusif. Kondisi ini menuntut para dosen untuk berinovasi dalam materi dan metode pengajaran, meskipun sebagian dari mereka tidak memiliki latar belakang pedagogi khusus untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.
Selain itu, UKDW juga memberikan ruang bagi dosen penyandang disabilitas untuk mengajar dan menduduki jabatan struktural, serta melibatkan alumni yang memiliki kepedulian pada isu disabilitas untuk berbagi pengalaman. Kehadiran mahasiswa, dosen, dan alumni tersebut memperkuat identitas UKDW sebagai kampus yang menjunjung nilai Service to the World, yaitu memberi kesempatan yang setara bagi semua individu. Upaya ini sekaligus memperkaya lingkungan akademik yang multikultural dan mendukung keberagaman sebagai bagian dari kehidupan kampus sehari-hari.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, UKDW meluncurkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada 11 November 2024 oleh Rektor Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. Seiring dengan status akreditasi institusi peringkat A, UKDW menyadari perlunya pendekatan yang lebih sistematis dan terukur dalam menyediakan layanan bagi penyandang disabilitas. Di samping memenuhi nilai-nilai institusi, langkah ini juga menjadi bentuk pelaksanaan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak pendidikan bagi seluruh warganya. Dari sinilah Unit Layanan Disabilitas (ULD) UKDW resmi dibentuk, sebagai wujud komitmen universitas untuk menghadirkan dukungan akademik dan non-akademik yang inklusif, memberdayakan, dan memungkinkan setiap individu berkembang secara mandiri.